Kembali Ke 'Rumah': 8 Tahun Blogfam dot com, 8 Tahun Menjadi Inspirasi (Catatan Subyektif seorang Emak)
Tuesday, December 06, 2011
Ya, hari ini, 6 Desember 2011, Komunitas Blogger Family ( disingkat Blogfam) sudah berusia 8 tahun. Tentu suatu hal yang tidak mudah bagi Blogfam untuk bisa bertahan. Daya tahan untuk bisa tetap hidup dan berguna bagi masyarakat, membuat komunitas ini menjadi komunitas blogger tertua yang masih ada. Bangga? Iya, sangat bangga. Daya tahan untuk bisa hidup tentu saja karena para anggotanya yang bekerja keras untuk senantiasa meniupkan ruh kekeluargaan seolah mereka tak rela kalau Blogfam, 'tempat lahir', 'kampung halaman', 'rumah dunia maya' mereka mati begitu saja.
Diakui atau tidak Blogfam memang 'cikal bakal' dari lahirnya beberapa komunitas regional. Para pendirinya adalah aktivis Blogfam yang kemudian menularkan virus berkomunitas bagi blogger-blogger di daerah masing-masing. Hal ini membuat Blogfam secara tak langsung menjadi 'ibu' bagi komunitas-komunitas tersebut.
Dan diakui atau tidak, lomba-lomba online yang marak sekarang ini, sedikit banyak 'terinspirasi' peraturan lomba-lomba online ala blogfam.
Diakui atau tidak, banyak penulis-penulis beken yang lahir dari Blogfam.
Diakui atau tidak, sistem manajemen blogfam, banyak menginspirasi orang-orang di jagat maya ini.
Diakui atau tidak, blogfam adalah inspirasi.
GR dan terlalu berlebihan karena menganggap ini itu hasil karya anak-anak blogfam? Wajar dan manusiawi sekali karena saya ibu dari blogfam dan seorang ibu pasti akan membangga- banggakan anaknya, toh?
Dan kini, di usianya yang ke 8, saya seperti berada di dalam sebuah rumah dimana anak-anak yang sudah merantau, sudah membangun keluarga sendiri-sendiri tiba-tiba pada bermunculan dengan berbagai tingkah polah, canda tawa, setumpuk cerita kesuksesan, bergotong royong membersihkan dan menghias segala sesuatunya untuk merayakan Ulang tahun 'rumah' mereka.Istilah-istilah 'keramat' bermunculan: dari 'Kunci Kamar Tidur', 'Ketok palu', 'Bijimana', 'Kalungin' hingga 'dagang' hehe
Dan saya bangga dengan mereka karena mereka masih mengingat tempat dimana mereka tumbuh....
Setahun sekali ramai begini sudah sangat berarti. Apalagi ramai setiap hari :)
Terimakasih. Selamat Ulang Tahun Blogfam. Saya ingin ruh kekeluargaan tetap ada. Beda pendapat, berselisih dan bertengkar wajar dalam sebuah keluarga tetapi tetap saling menyayangi. Teruslah berbagi, blogfamers sedunia. Luv you :)
*Diposting dari HP demi mengejar ketepatan waktu posting. Kesalahan eyd, typo bisa saja terjadi)
Diakui atau tidak Blogfam memang 'cikal bakal' dari lahirnya beberapa komunitas regional. Para pendirinya adalah aktivis Blogfam yang kemudian menularkan virus berkomunitas bagi blogger-blogger di daerah masing-masing. Hal ini membuat Blogfam secara tak langsung menjadi 'ibu' bagi komunitas-komunitas tersebut.
Dan diakui atau tidak, lomba-lomba online yang marak sekarang ini, sedikit banyak 'terinspirasi' peraturan lomba-lomba online ala blogfam.
Diakui atau tidak, banyak penulis-penulis beken yang lahir dari Blogfam.
Diakui atau tidak, sistem manajemen blogfam, banyak menginspirasi orang-orang di jagat maya ini.
Diakui atau tidak, blogfam adalah inspirasi.
GR dan terlalu berlebihan karena menganggap ini itu hasil karya anak-anak blogfam? Wajar dan manusiawi sekali karena saya ibu dari blogfam dan seorang ibu pasti akan membangga- banggakan anaknya, toh?
Dan kini, di usianya yang ke 8, saya seperti berada di dalam sebuah rumah dimana anak-anak yang sudah merantau, sudah membangun keluarga sendiri-sendiri tiba-tiba pada bermunculan dengan berbagai tingkah polah, canda tawa, setumpuk cerita kesuksesan, bergotong royong membersihkan dan menghias segala sesuatunya untuk merayakan Ulang tahun 'rumah' mereka.Istilah-istilah 'keramat' bermunculan: dari 'Kunci Kamar Tidur', 'Ketok palu', 'Bijimana', 'Kalungin' hingga 'dagang' hehe
Dan saya bangga dengan mereka karena mereka masih mengingat tempat dimana mereka tumbuh....
Setahun sekali ramai begini sudah sangat berarti. Apalagi ramai setiap hari :)
Terimakasih. Selamat Ulang Tahun Blogfam. Saya ingin ruh kekeluargaan tetap ada. Beda pendapat, berselisih dan bertengkar wajar dalam sebuah keluarga tetapi tetap saling menyayangi. Teruslah berbagi, blogfamers sedunia. Luv you :)
*Diposting dari HP demi mengejar ketepatan waktu posting. Kesalahan eyd, typo bisa saja terjadi)
Terbit! The Key Word: Perpustakaan di mata masyarakat
Sunday, May 29, 2011

Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Perpustakaan Kota Yogyakarta dan BLogfam dot com mempersembahkan SEBUAH BUKU TENTANG PERPUSTAKAAN yang tidak membikin Kening anda Berkerut.
Ditulis oleh akademisi, mahasiswa, novelis, pejabat, Kyai, pustakawan hingga anak-anak. Simaklah bagaimana mereka menuliskan impian dan harapan-harapan mereka tent...ang perpustakaan.
Perpustakaan di negeri ini jangan sampai jatuh/ tak terurus dan sepi pembacanya/kalau perpustakaan kita jatuh/sempurnalah kejatuhan peradaban bangsa (Musa Asy’arie)
.......... potensi keabadian ini dapat diberlakukan untuk semua penulis tanpa terkecuali. Persis seperti hak semua orang untuk dikuburkan di tempat yang layak. Sama dengan kenyataan bahwa semua orang, tak peduli pangkat atau kedudukannya, toh akan mati dan akan dikuburkan di suatu tempat. Setidaknya begitulah yang terbayang dan sampai sekarang masih saya harapkan berlaku di perpustakaan-perpustakaan. Betapa sedih, misalnya, jika sebuah buku tak sampai ke perpustakaan; seperti seorang prajurit yang gugur di medan laga tanpa ketahuan di mana kuburnya (Putu Laxman Pendit)
........perpustakaan yang ribut dan dijaga oleh para anggotanya. Karena bisa gawat jika perpustakaan ramai tapi hanya dipenuhi orang yang tidak peduli buku. Seseorang di antara mereka mungkin akan mulai melepas celana dan menandai daerahnya. (Isman H Suryaman)
[Perpustakaan itu] Petugasnya tua dan galak. Well, kita harus ketemu kalau begitu. Kemudian baru deh Anda bisa nilai, saya tua dan galak nggak? Hehehe…(Sylvia L’Namira)
THE KEY WORD : Perpustakaan di Mata Masyarakat
Editor: Labibah Zain
Kata Pengantar: Herry Zudianto.
Para Key Word Finders:
KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus), Komaruddin Hidayat, Musa Asy'arie, Putu Laxman Pendit, Blasius Sudarsono, Adhitya Mulya, Isman H. Suryaman, Sri Rohyanti Zulqudsie, Shinta Handini, Iwok Abqary, Muthia Fadhila, Pritha Khalida, Fiqru Mafar, Umar Siddik, Risa Amrikasari, Rahmat Sunyoto, Muh Mursyid, Lucky Giyan Sukarno, Gusti Ayu Yuliati Danayati, Retnadi Nur'aini, Ida Nur'aini Hadna, M Solihin Arianto, Afia Rosdiana, Herri Kurniawan, Sylvia L'Namira, Muh Fauzan, Taufiq Murtadho, Trini haryanti, Wanda Amyra M, Medina Safira, Balkis Shavira, Aries Sukamto, Slamet Thohari, Muhsin Khalida, Donatus A Nugroho, Amang Suramang
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.
















